Karya Terjual, Malah Menyesal ( Jawa Pos, 20-08-2003 )

Sketser besar, tapi sangat rendah hati. Itulah kalimat yang pas untuk menggambarkan sosok Liem Keng. Sehari - hari beliau tinggal di rumah yang berada pada salah satu sudut Jl. Undaan Kulon Surabaya. Di rumah yang berlantai dua itu, Liem Keng memanfaatkan lantai atas sebagai tempat menyimpan karya - karyanya sejak puluhan tahun silam. Lantai bawah digunakannya untuk membuka toko kelontong. Hari - hari dilaluinya dengan menjaga toko kelontongnya tersebut dari Senin hingga Sabtu. Pada hari Minggu, mulai pukul 04.30 Liem Keng pergi mengembara ke berbagai sudut kota di sekitar Surabaya untuk mencari objek. Mengapa tidak di Surabaya?